Panduan praktik Penatausahaan Keuangan Dinas (SKPD) dan Pelaporan Akuntansi Pemerintahan (AKLAP): dari pencatatan penerimaan dan belanja hingga jurnal dan laporan keuangan.
Dokumen : Manual Book SIM-TKD (Edisi Mahasiswa)
Pengguna : Mahasiswa — Bendahara Penerimaan/Pengeluaran & penyusun jurnal
Modul : Penerimaan · Belanja · AKLAP (termasuk Kas, Register, LPJ, Anggaran)
Edisi Mahasiswa. Buku ini khusus untuk mahasiswa yang mempraktikkan penatausahaan keuangan hingga laporan akuntansi (modul Penerimaan, Belanja, dan AKLAP). Bagian yang menjadi kewenangan dosen — Pengaturan data induk dan Tanda Tangan Elektronik — tidak dibahas di sini (tersedia manual lengkap yang dapat diberikan oleh dosen).
1. Pengenalan SIM-TKD
SIM-TKD adalah aplikasi web edukasi yang mensimulasikan penatausahaan keuangan dinas (SKPD) berbasis Peraturan Bidang Keuangan. Sebagai mahasiswa, Anda akan bekerja pada aplikasi utama (modul penatausahaan) yang berisi:
Komponen
Deskripsi
Aplikasi Utama (Penatausahaan)
Dashboard APBD, Modul Penerimaan (STBP, STS, SKP Daerah), dan Modul Belanja (Rekening Bank SKPD, Rekanan, SPD, SPP, SPM, SP2D, NPD, Pengajuan TU, LPJ) — inilah lingkup kerja mahasiswa.
AKLAP (Laporan Akuntansi)
Aplikasi Laporan Akuntansi Pemerintahan: Jurnal Umum (dengan cetak per jurnal), Buku Jurnal Khusus, Jurnal Khusus Konsolidator, Buku Besar, Neraca Saldo, Master Akun, Anggaran (Pagu), Buku Kas (Penerimaan · Pengeluaran · BKU/BUD · Laporan Kas Harian · Rekonsiliasi Bank), Register SPP/SPM/SP2D, LPJ Bendahara PPKD, Buku Pembantu Objek, serta LRA & Neraca — dipakai mahasiswa setelah transaksi selesai (Bagian 5).
TTE (Tanda Tangan Elektronik)
Penandatanganan dokumen secara elektronik — dijalankan oleh dosen; dari sisi mahasiswa cukup menekan tombol Kirim ke Tanda Tangan pada laman cetak.
Berperilaku sebagai Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dan pelaksana kegiatan.
Pembagian dengan dosen: data induk pelengkap (mis. Neraca Awal dan Akun Penerimaan) disiapkan dosen melalui menu Pengaturan, dan penandatanganan elektronik dokumen dilakukan dosen. Sejak versi 2.0, anggaran (pagu) dikelola sendiri oleh mahasiswa di AKLAP (menu Anggaran (Pagu)) berbasis Master Akun. Fokus praktik: alur transaksi (Bagian 3–4), kas & anggaran, dan penyusunan jurnal & laporan akuntansi di AKLAP (Bagian 5).
Catatan multi-dinas: seluruh data dipisahkan per instansi (SKPD) milik akun. Dua akun dengan instansi berbeda tidak akan melihat data satu sama lain — dosen memakai fitur ini untuk membedakan data antar mahasiswa/kelompok. Pastikan Anda mendaftar dengan nama instansi yang ditentukan dosen.
1.2 Istilah Penting (Glosarium Ringkas)
SKP Daerah — Surat Ketetapan Pajak Daerah
Ketetapan pajak/retribusi daerah oleh PPK-SKPD; dasar pembuatan STBP.
STBP — Surat Tanda Bukti Pembayaran
Bukti penerimaan yang dibuat bendahara penerimaan dari SKP Daerah sebagai dasarnya; melewati 3 tahap (verifikasi → otorisasi → validasi).
STS — Surat Tanda Setor
Bukti penyetoran uang penerimaan ke Kas Daerah; dibuat dari kumpulan STBP yang sudah tervalidasi.
SPD — Surat Penyediaan Dana
Penyediaan dana oleh BUD agar SKPD dapat melaksanakan belanja; wajib diotorisasi sebelum dipakai SPP.
SPP — Surat Permintaan Pembayaran
Permintaan pembayaran bendahara pengeluaran kepada BUD, dikelompokkan per jenis (LS Gaji, LS Barang & Jasa, UP, GU, TU).
SPM — Surat Perintah Membayar
Dibuat otomatis saat SPP diverifikasi; kemudian disetujui dan diverifikasi BUD.
SP2D — Surat Perintah Pencairan Dana
Bukti pengeluaran kas daerah; dibuat dari SPM yang telah diverifikasi, lalu dicairkan (transfer).
NPD — Nota Pencairan Dana
Pengajuan pencairan dana kegiatan (panjar/non-panjar) melalui validasi PA/KPA dan BP/BPP.
UP/GU/TU
Uang Persediaan, Ganti Uang, dan Tambahan Uang Persediaan — bentuk pengelolaan bendahara pengeluaran.
BKU — Buku Kas Umum
Buku rekapitulasi seluruh transaksi kas (penerimaan atau belanja).
LPJ — Laporan Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban bendahara atas pengeluaran (syarat SPP jenis GU) maupun kegiatan.
AKLAP
Aplikasi Laporan Akuntansi Pemerintahan — tempat mencatat jurnal dan menyusun laporan keuangan (Buku Besar, Neraca Saldo, LRA, Neraca) dari transaksi yang telah dibuat.
TTE
Tanda Tangan Elektronik — penandatanganan dokumen digital oleh dosen; dokumen yang Anda kirim dari laman cetak akan ditandatangani di modul ini.
2. Memulai — Mengakses Aplikasi, Registrasi, dan Login
2.1 Halaman Depan (Landing Page)
Halaman depan memperkenalkan aplikasi, fitur utama, dan tombol menuju pendaftaran/login. Alamat (tautan) aplikasi akan diberikan oleh dosen Anda — cukup buka tautan tersebut menggunakan peramban (browser) di komputer.
Gambar 2.1 — Halaman depan SIM-TKD
2.2 Mengakses Aplikasi
1 Dapatkan alamat (tautan) aplikasi dari dosen Anda.
2 Buka tautan tersebut menggunakan peramban (browser) — Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Microsoft Edge — pada komputer yang terhubung internet.
3 Jika halaman tidak terbuka, periksa kembali penulisan alamat atau hubungi dosen — jangan mencoba menginstal apa pun.
Catatan: pengelolaan server dan data aplikasi merupakan tanggung jawab dosen/administratur. Mahasiswa cukup mendaftar dan login (Subbab 2.3–2.4).
2.3 Registrasi Akun Baru
Mahasiswa mendaftarkan akun sendiri melalui menu Daftar. Isi nama lengkap, email, username, password, serta nama instansi (SKPD) — nama instansi menjadi kunci pemisahan data. Akun langsung aktif setelah registrasi.
Gambar 2.2 — Halaman pendaftaran akun
2.4 Login ke Aplikasi
1 Buka halaman Login dari menu Masuk, masukkan username/email dan password.
2 Masukkan 5 karakter captcha yang tampil (contoh pada gambar: SSSSS). Klik ikon refresh bila huruf sulit dibaca.
3 Klik Login — bila berhasil Anda diarahkan ke Dashboard. Terdapat pembatasan maksimal 8 percobaan / 5 menit per akun untuk mencegah penyerangan.
Gambar 2.3 — Halaman login dengan captcha
2.5 Dashboard — Ringkasan APBD
Dashboard menampilkan ringkasan tahun berjalan: Belanja Daerah (realisasi terhadap pagu), Pagu Anggaran, Jumlah Kegiatan, Penerimaan (STBP tervalidasi), Penyetoran (STS), dan Belanja (SP2D dicairkan), dilengkapi grafik APBD dan jadwal kegiatan. Klik Cetak atau Ekspor untuk mengunduh ringkasan.
Gambar 2.4 — Dashboard ringkasan APBD
Struktur menu utama: Dashboard · Penerimaan · Belanja · Akuntansi (AKLAP) · Tanda Tangan Dokumen (TTE) · Pengaturan. Menu Tanda Tangan Dokumen dan Pengaturan terutama dipakai dosen. Di dalam AKLAP, sidebar berisi: Dashboard · Jurnal Umum · Buku Jurnal Khusus · Jurnal Khusus Konsolidator · Buku Besar · Neraca Saldo · Buku Kas ▾ (Buku Kas Penerimaan · Buku Kas Pengeluaran · Buku Kas Umum/BUD · Laporan Kas Harian · Rekonsiliasi Bank) · Register SPP/SPM/SP2D · LPJ Bendahara PPKD · Buku Pembantu Objek · Master Akun · Anggaran (Pagu) · Laporan Keuangan ▾ (Neraca · LRA).
3. Modul Penerimaan
Modul Penerimaan mencatat seluruh penerimaan dinas dengan alur resmi:
Sebelum menerima uang, bendahara penerimaan mengajukan permohonan rekening bank: isi nama bank, nama rekening, dan nomor rekening, lalu ajukan. Rekening akan diverifikasi kemudian diaktifkan; hanya rekening aktif yang dapat dipakai sebagai rekening tujuan penyetoran STBP.
1 Buka menu Penerimaan → Rekening, klik tombol permohonan baru.
2 Isi bank, nama rekening, dan nomor rekening lalu simpan.
3 Lakukan verifikasi dan set rekening menjadi aktif dari tabel daftar rekening.
Gambar 3.2 — Daftar permohonan rekening
3.2 SKP Daerah — Surat Ketetapan Pajak
SKP Daerah adalah ketetapan pajak/retribusi daerah yang menjadi dasar pembuatan STBP. Jenis pajak wajib dipilih dari daftar Akun Penerimaan yang diaktifkan dosen di menu Pengaturan — bila daftar masih kosong, hubungi dosen Anda.
1 Buka Penerimaan → SKP - Daerah, klik Tambah.
2 Isi tanggal, jenis pajak (dari akun penerimaan aktif), nama penyetor, alamat, NPWPD, objek pajak, nilai ketetapan, dan masa pajak.
3 Simpan. Nomor SKP dibuat otomatis (contoh: SKP-20260906-0001) dan status menjadi aktif. Cetak bila diperlukan (Gambar 3.5).
Gambar 3.3 — Daftar SKP DaerahGambar 3.4 — Formulir SKP Daerah baruGambar 3.5 — Laman cetak SKP Daerah
3.3 STBP — Surat Tanda Bukti Pembayaran
STBP dibuat dari SKP Daerah yang aktif: akun penerimaan, nominal, dan nama penyetor ditarik otomatis dari SKP (data harus konsisten). Setelah dibuat, STBP melewati tiga tahap:
Belum diverifikasi → Sudah diverifikasi → Sudah diotorisasi → Sudah divalidasi
Tahap tidak boleh dilompati dan hanya boleh maju satu per satu. STBP yang telah dipakai membuatkan STS tidak dapat dipilih lagi.
1 Buka Penerimaan → STBP → Pembuatan untuk melihat daftar dan tahapannya (Gambar 3.6).
2 Klik Tambah STBP, pilih SKP Daerah sebagai dasar, isi tanggal dan data pembayaran (metode, bank, nomor rekening), lalu simpan (Gambar 3.7).
3 Majukan status pada tab/aksi masing-masing sampai sudah divalidasi — baru kemudian layak dimasukkan ke STS.
Gambar 3.6 — Daftar STBP dengan alur 3 tahapGambar 3.7 — Formulir pembuatan STBP dari SKP Daerah
Cetak STBP & kirim ke TTE
Laman cetak STBP menyediakan Pengaturan Kertas PDF (ukuran font, jenis font, warna garis/tulisan, layout kolom, warna background, dan watermark gambar). Tombol Cetak Sekarang mencetak PDF, dan tombol Kirim ke Tanda Tangan mengirim dokumen ke antrean Tanda Tangan Elektronik untuk kemudian ditandatangani dosen.
Gambar 3.8 — Laman cetak STBP dengan pengaturan kertas PDF
3.4 STS — Surat Tanda Setor
STS menyatukan beberapa STBP yang sudah tervalidasi menjadi satu bukti penyetoran ke Kas Daerah.
1 Buka Penerimaan → STS → Pembuatan (Gambar 3.9).
2 Klik Tambah STS: isi nama penyetor, tanggal STS, tanggal acuan awal–akhir, nama pejabat mengetahui dan Kuasa Pengguna Anggaran, data bank, lalu pilih minimal satu STBP tervalidasi (Gambar 3.10).
3 Simpan — total STS dihitung otomatis dari jumlah seluruh STBP terpilih. Cetak bila diperlukan (Gambar 3.11).
Gambar 3.9 — Daftar STSGambar 3.10 — Formulir STS dengan pemilihan STBPGambar 3.11 — Laman cetak STS
3.5 Register STS
Register STS adalah daftar urut seluruh STS pada periode tertentu sebagai buku pengawasan penyetoran. Pilih rentang tanggal lalu tampilkan/cetak.
Gambar 3.12 — Register STS
3.6 Laporan Penerimaan (BKU, Buku Pembantu, Rekap, LPJ)
Laporan
Isi & kegunaan
BKU Penerimaan (Gbr. 3.13)
Buku Kas Umum: rekapitulasi kronologis seluruh penerimaan pada rentang tanggal.
Buku Pembantu Penerimaan (Gbr. 3.14)
Buku pembantu per akun penerimaan — memantau mutasi dan saldo per kode akun.
Rekap Penerimaan (Gbr. 3.15)
Ringkasan penerimaan per periode/akun untuk kebutuhan laporan berkala.
LPJ Penerimaan (Gbr. 3.16)
Laporan pertanggungjawaban bendahara penerimaan atas setoran ke Kas Daerah.
Gambar 3.13 — BKU PenerimaanGambar 3.14 — Buku Pembantu PenerimaanGambar 3.15 — Rekapitulasi PenerimaanGambar 3.16 — LPJ Penerimaan
4. Modul Belanja
Modul Belanja mensimulasikan siklus belanja SKPD dari perencanaan sampai pengeluaran kas:
Rekening Bank SKPD → Rekanan → Kebijakan SPD & Besaran UP → SPD → SPP → SPM → SP2D → BKU Belanja
Didukung dokumen pendukung NPD (nota pencairan dana kegiatan), Pengajuan TU, dan LPJ (syarat SPP jenis GU).
Gambar 4.1 — Beranda modul Belanja
4.1 Rekening Bank SKPD
Alur 4 tahap: permohonan (BP) → pengajuan (PA) → pembuatan nomor (BUD) → validasi & aktif. Rekening aktif dipakai sebagai rekening tujuan pada SP2D.
Gambar 4.2 — Daftar rekening bank SKPD beserta tahapannya
4.2 Daftar Rekanan
Simpan data penyedia (perusahaan/perseorangan): nama, NPWP, alamat, bank, dan nomor rekening. Rekanan dipilih saat membuat SPP jenis LS Barang dan Jasa.
Gambar 4.3 — Daftar rekanan
4.3 Kebijakan SPD & Besaran UP (aturan penerbitan BUD)
Kebijakan SPD menentukan jenis penerbitan (mis. Berkala) dan periode (mis. Bulanan). Bila kebijakan aktif, label periode pada SPD diisi otomatis dari tanggal dan jenis periode SPD harus sesuai. Besaran UP membatasi plafon Uang Persediaan per tahun (termasuk KKPD).
Gambar 4.4 — Kebijakan SPDGambar 4.5 — Besaran UP per tahun
4.4 SPD — Surat Penyediaan Dana
1 Pada tab Pembuatan SPD (Kuasa BUD), isi tanggal, jenis (Gaji/UP/TU/LS/Tahunan), dan jumlah. Periode mengikuti Kebijakan SPD (Gambar 4.6).
2 Pada tab Otorisasi SPD, SPD diotorisasi oleh BUD. Hanya SPD sudah_otorisasi yang boleh dipakai SPP — dan jumlah seluruh SPP tidak boleh melebihi sisa SPD.
Gambar 4.6 — Pembuatan & otorisasi SPD
4.5 SPP — Surat Permintaan Pembayaran
SPP dibuat per jenis: LS Gaji (rincian kode rekening belanja multi-baris), LS Barang & Jasa (dengan rekanan serta potongan seperti PPh 21 dan pajak seperti PPN — nilai dapat berupa persen otomatis atau nominal), UP, GU (wajib memilih LPJ), dan TU (wajib memilih Pengajuan TU). Setiap SPP wajib merujuk SPD terotorisasi.
Gambar 4.7 — Daftar SPP beserta status verifikasi
4.6 SPM — Surat Perintah Membayar
Ketika SPP diverifikasi setuju, sistem otomatis membuat SPM dengan nilai netto (jumlah − potongan − pajak). SPM kemudian melalui persetujuan (SPTJM SPM dibuat) lalu verifikasi BUD.
Gambar 4.8 — Daftar SPM: persetujuan & verifikasi
4.7 SP2D — Surat Perintah Pencairan Dana
SP2D dibuat dari SPM yang sudah diverifikasi, berisi rekening tujuan dan jumlah netto. Setelah dibuat, SP2D diverifikasi lalu dicairkan (transfer) — status berubah menjadi sudah_dicairkan dan masuk ke BKU Belanja.
Gambar 4.9 — Daftar SP2D: pembuatan, verifikasi, pencairan
4.8 NPD — Nota Pencairan Dana
NPD diajukan untuk pencairan dana kegiatan (metode panjar atau non-panjar), lengkap dengan kegiatan dan sub kegiatan. Validasi dua lapis: PA/KPA kemudian BP/BPP.
Gambar 4.10 — Daftar NPD dengan tahapan validasi
4.9 Pengajuan TU
Pengajuan Tambahan Uang Persediaan melalui tiga tahap: dibuat bendahara → otorisasi BUD → validasi PA/KPA. Pengajuan yang sudah tervalidasi dipilih saat membuat SPP jenis TU.
Gambar 4.11 — Daftar Pengajuan TU
4.10 LPJ — Laporan Pertanggungjawaban
LPJ dicatat sebagai pertanggungjawaban pengeluaran (contoh: LPJ kas kecil bulanan). LPJ menjadi syarat wajib SPP jenis GU.
Gambar 4.12 — Daftar LPJ
4.11 BKU Belanja
Buku Kas Umum Belanja merekap seluruh SP2D yang telah dicairkan pada rentang tanggal tertentu — gambaran pengeluaran kas dinas.
Gambar 4.13 — BKU Belanja
5. Modul Akuntansi AKLAP
AKLAP (Aplikasi Laporan Akuntansi Pemerintahan) dipakai untuk mencatat jurnal dan menyusun laporan keuangan dari transaksi yang sudah Anda buat di modul Penerimaan & Belanja. AKLAP diakses dari aplikasi utama melalui menu Akuntansi — Anda langsung masuk tanpa login ulang dan data tetap terbatas pada instansi Anda. Tombol Kembali ke Penatausahaan tersedia di pojok kanan atas.
Gambar 5.1 — Beranda AKLAP setelah masuk dari menu Akuntansi
5.1 Jurnal Umum — Manual, Isi dari Dokumen, & Cetak per Jurnal
Ada dua cara mencatat jurnal:
1Manual — klik Tambah Jurnal, catat transaksi dua sisi (Debet/Kredit) dengan Master Akun sebagai daftar akun.
2Isi dari Dokumen — tarik template jurnal otomatis dari dokumen yang sudah Anda buat: STS (penerimaan) dan SP2D (belanja). Nilai potongan/pajak SPP ikut membentuk baris jurnalnya.
3Cetak per jurnal (fitur baru) — isi Nama penandatangan & NIP pada isian di atas halaman (default dari Profil), lalu klik ikon 🖨 pada kolom Aksi baris jurnal (atau item Cetak Jurnal pada menu ⋯). Untuk jurnal yang masih diisi di form, gunakan tombol Cetak Draft.
Gambar 5.2 — Jurnal Umum: isian Nama/NIP penandatangan & tombol cetak (🖨) pada setiap baris jurnalGambar 5.3 — Hasil cetak: voucher satu jurnal (A4 portrait) dengan kop, rincian akun, terbilang, dan tanda tanganGambar 5.4 — Halaman akuntansi AKLAPGambar 5.5 — Jurnal Umum (manual) dengan filter pencarian
5.2 Buku Besar & Neraca Saldo
Buku Besar menampilkan mutasi per akun dari seluruh jurnal, sedangkan Neraca Saldo merangkum saldo akhir seluruh akun (debet/kredit) pada akhir periode — keduanya dihitung langsung dari jurnal yang tervalidasi.
Gambar 5.6 — Buku BesarGambar 5.7 — Neraca Saldo
5.3 Laporan Keuangan — LRA & Neraca
LRA (Laporan Realisasi Anggaran) membandingkan anggaran (disiapkan dosen melalui Pengaturan → Anggaran LRA) dengan realisasi per akun, sedangkan Neraca menyajikan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas dari saldo akun neraca + neraca awal. Kedua laporan dapat dicetak/disajikan sebagai bukti akhir tugas kejuruan.
Gambar 5.8 — Laporan Realisasi AnggaranGambar 5.9 — Laporan Posisi Keuangan / Neraca
5.4 Peta Menu AKLAP (Ringkas)
Sidebar AKLAP setelah pembaruan v2.0: Dashboard · Jurnal Umum · Buku Jurnal Khusus · Jurnal Khusus Konsolidator · Buku Besar · Neraca Saldo · Buku Kas ▾ · Register SPP/SPM/SP2D · LPJ Bendahara PPKD · Buku Pembantu Objek · Master Akun · Anggaran (Pagu) · Laporan Keuangan ▾. Submenu Buku Kas ▾ berisi lima halaman kas: Penerimaan, Pengeluaran, Buku Kas Umum (BUD), Laporan Kas Harian, dan Rekonsiliasi Bank.
Gambar 5.10 — Peta menu AKLAP terbaru: dropdown Buku Kas (5 halaman) & menu baru (Konsolidator, Master Akun, Anggaran)
5.5 Master Akun (Chart of Accounts)
Master Akun adalah daftar akun yang dipakai jurnal, buku pembantu, dan anggaran. Saat pertama dibuka, aplikasi otomatis mengisi COA LRA standar (177 akun pendapatan 4.x dan belanja 5.x) untuk instansi Anda.
1 Buka menu Master Akun — daftar akun tampil (kode, nama, tipe, saldo normal).
2 Gunakan kotak Cari akun untuk menyaring, mis. ketik 5.1 untuk seluruh akun belanja.
3 Tambah akun baru (kode + nama + tipe + saldo normal) atau perbarui nama akun yang sudah ada, lalu Simpan.
Gambar 5.11 — Master Akun: daftar COA, pencarian, dan form tambah akun
Tips: jangan menghapus akun yang sudah dipakai jurnal/anggaran; cukup ubah namanya. Bila COA standar terhapus, gunakan tombol Lengkapi COA Standar untuk mengembalikannya tanpa mengubah nama akun yang sudah ada.
5.6 Anggaran (Pagu) Berbasis Master Akun
Sejak v2.0, pagu anggaran diisi sendiri oleh mahasiswa pada menu Anggaran (Pagu), dengan daftar akun langsung dari Master Akun — tidak lagi bergantung pada menu Pengaturan aplikasi utama.
1 Buka Anggaran (Pagu); pilih tahun anggaran (boleh tahun berikutnya).
2 Isi pagu per akun — angka otomatis berformat ribuan; tekan Enter untuk lanjut ke akun berikutnya. Gunakan filter kelompok akun dan pencarian bila daftarnya panjang.
3 Klik Simpan Perubahan (n). Badge menandai status tiap akun: Sudah diisi / Belum diisi / Belum disimpan.
Gambar 5.12 — Anggaran (Pagu): ringkasan total, filter tahun/kelompok akun, dan isian pagu
Pagu inilah yang dipakai kolom Jumlah Anggaran pada LPJ Bendahara PPKD dan kolom pagu pada Buku Pembantu Objek serta LRA. Pada menu Pengaturan → Anggaran & Neraca (aplikasi utama) tersedia banner + tautan langsung ke halaman ini.
5.7 Buku Kas Penerimaan & Pengeluaran PPKD
Kedua halaman ini adalah pintu masuk seluruh transaksi kas (dulu bernama “Buku Penerimaan PPKD” dan “Buku Pengeluaran PPKD”).
1 Buka menu Buku Kas ▾ → pilih Buku Kas Penerimaan atau Buku Kas Pengeluaran.
2 Klik Input Penerimaan/Pengeluaran, isi Tanggal, No. Bukti, Kode Rekening (datalist Master Akun), Uraian, dan Jumlah, lalu Simpan.
3 Periksa tabel: nilai masuk/keluar dengan saldo berjalan dan filter periode. Gunakan tombol ⇄ untuk berpindah antarbuku, tombol Cetak (BKU) atau Kirim ke Tanda Tangan.
Gambar 5.13 — Buku Kas Penerimaan PPKD (nama & navigasi baru)Gambar 5.14 — Buku Kas Pengeluaran PPKD — sumber data Register SPP/SPM/SP2D & LPJ
Konvensi uraian: tulis kata kunci baku pada uraian — SP2D, PPN, PPh-21, PPh-22, PPh-23, dan PFK — agar pengelompokan rekonsiliasi kas pada LPJ otomatis benar.
5.8 Buku Kas Umum (BUD)
Buku Kas Umum (BUD) menyajikan buku kas Bendahara Umum Daerah: satu tabel memuat penerimaan dan pengeluaran sekaligus dengan saldo berjalan, sesuai blanko “Buku Kas Penerimaan dan Pengeluaran Bendahara Umum Daerah”.
1 Tentukan Tanggal Awal & Akhir (atau klik Bulan Ini) lalu Tampilkan; baris pertama adalah Saldo (saldo awal).
2 Kosongkan kolom Saldo Awal agar dihitung otomatis, atau isi manual sesuai kebutuhan (angka bertitik ribuan juga diterima).
3 Isi Nama PPKD & NIP BUD (default dari Profil) — tercetak pada blok tanda tangan — lalu Cetak (A4 portrait) atau Kirim ke Tanda Tangan.
Gambar 5.15 — Buku Kas Umum (BUD): baris saldo awal, transaksi kronologis dengan saldo berjalan, dan baris Jumlah
5.9 Laporan Posisi Kas Harian
Halaman ini mengikuti blanko “Laporan Posisi Kas Harian”: HARI, TANGGAL, dan PERIODE terisi otomatis dari tanggal (dapat diubah), diikuti tabel isi manual berkepala Transaksi (SP2D · STS · Lain-lain) · Uraian · Penerimaan · Pengeluaran.
1 Pilih tanggal laporan; Posisi Kas (H-1) otomatis mengambil posisi kas hari sebelumnya (boleh ditimpa manual).
2 Isi baris transaksi harian; tekan Enter untuk pindah kolom/baris. Gunakan Tambah Baris atau Hapus Baris Kosong bila perlu.
3 Blok penutup dihitung otomatis: Jumlah → Perubahan Posisi Kas Hari ini → Posisi Kas (H-1) → Posisi Kas (H), dilengkapi Rekapitulasi Posisi Kas di BUD (Bank 1, Bank 2, Total Saldo Kas).
4Simpan Laporan → Cetak (A4 portrait) atau Kirim ke Tanda Tangan. Riwayat laporan dapat dibuka kembali dari dropdown tanggal.
Gambar 5.16 — Laporan Posisi Kas Harian: identitas hari/tanggal/periode, tabel isian, blok posisi kas, dan rekap bank
5.10 Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi Bank disusun per bulan: baris 1. Saldo Kas menurut Buku, baris 2. Saldo menurut Bank, Selisih (otomatis), dan Keterangan Selisih pada bagian A–D.
Bagian
Isi
A
Penerimaan yang telah dicatat buku, belum dicatat bank (huruf otomatis a., b., c., …)
B
Pengeluaran yang telah dicatat buku, belum dicatat bank
C
Penerimaan yang telah dicatat bank, belum dicatat buku
D
Pengeluaran yang telah dicatat bank, belum dicatat buku — huruf melanjutkan dari e. sesuai blanko
1 Pilih Bulan & Tahun (riwayat periode tersimpan tersedia pada daftar).
2 Klik Pakai Saran Buku Kas untuk mengisi Saldo menurut Buku dari saldo kumulatif Buku Kas, lalu isi Saldo menurut Bank. Selisih terhitung otomatis.
3 Isi baris keterangan selisih A–D (uraian + nilai); subtotal per bagian dihitung langsung dan baris kosong tetap dicetak 0,-.
4Simpan → Cetak (A4 portrait) / Kirim ke Tanda Tangan; lengkapi Nama & NIP BUD pada isian di atas dokumen.
Gambar 5.17 — Rekonsiliasi Bank: saldo buku vs bank, selisih, dan keterangan selisih A–D
5.11 Register SPP/SPM/SP2D
Halaman Register SPP/SPM/SP2D mengubah transaksi Buku Kas Pengeluaran menjadi register resmi (blanko Modul-3E-LK Output Penata SKPKD). Kolom kode rekening, tanggal, uraian, dan jumlah terisi otomatis — Anda hanya mengisi tanggal & nomor SPP, SPM, dan SP2D.
1 Buka menu Register SPP/SPM/SP2D; setiap baris diberi badge Lengkap / Sebagian.
3 Klik Simpan per baris atau Simpan Perubahan (n); gunakan filter periode, lalu Cetak (A4 landscape) atau Kirim ke Tanda Tangan.
Gambar 5.18 — Register SPP/SPM/SP2D: baris otomatis dari Buku Kas Pengeluaran, isian hanya nomor SPP/SPM/SP2D
5.12 LPJ Bendahara Pengeluaran PPKD
LPJ Bendahara Pengeluaran PPKD disusun per bulan & tahun dari Buku Kas Penerimaan dan Pengeluaran, mengikuti blanko Modul-3E-LK Output Penata SKPKD.
Bagian laporan
Perhitungan
Kolom 1–2 (Kode Rekening, Uraian)
Hanya kode rekening yang sudah ada realisasinya; uraian dari Master Akun.
Kolom 3 Jumlah Anggaran
Pagu dari halaman Anggaran (Pagu); bila kode rinci tidak ada pagunya, otomatis naik ke kode induk.
Kolom 4 s.d. bulan lalu · Kolom 5 Bulan ini
Akumulasi pengeluaran Januari s.d. bulan sebelum laporan, dan realisasi bulan terpilih.
Kolom 6 = (4+5) · Kolom 7 = (3−6)
Realisasi s.d. bulan ini dan sisa pagu.
Blok Penerimaan & Pengeluaran
Rekonsiliasi kas: SP2D, potongan pajak (PPN, PPh-21/22/23), lain-lain PFK; dan sisi pengeluaran: SPJ (LS), penyetoran pajak, lain-lain PFK.
Saldo Kas
Jumlah Penerimaan − Jumlah Pengeluaran (bulan ini & s.d. bulan ini).
1 Pilih Bulan & Tahun (tombol Bulan Ini untuk bulan berjalan) dan periksa kartu ringkasan.
2 Isi Nama PPKD, NIP PPKD, dan NIP Bendahara pada isian di atas dokumen (NIP bendahara otomatis dari Profil).
3Cetak (A4 landscape) atau Kirim ke Tanda Tangan (Bendahara Pengeluaran PPKD, disetujui PPKD).
Gambar 5.19 — LPJ Bendahara Pengeluaran PPKD: kolom anggaran/realisasi/sisa dan blok rekonsiliasi kas
5.13 Buku Pembantu Objek
Buku Pembantu Objek memperlihatkan pagu, realisasi, dan sisa per akun/objek — berguna untuk memantau serapan anggaran sebelum menyusun laporan akhir.
Gambar 5.20 — Buku Pembantu Objek: pagu, realisasi, dan sisa per akun/objek
5.14 Buku Jurnal Khusus & Jurnal Khusus Konsolidator
Buku Jurnal Khusus menyediakan lima blanko (Pendapatan- LO, Penerimaan Kas–LO, Pendapatan LRA, Belanja Pemda, Beban Pemda) yang dipilih dari dropdown; kolom tabel & blanko mengikuti jenisnya. Semua kolom kode akun diisi manual — kode pada blanko hanya menjadi petunjuk.
1 Pilih Jenis Jurnal (blanko) + Bulan + Tahun; klik Isi Kode Blanko (mengisi semua kolom kode sesuai blanko) atau Kosongkan Kode untuk mengisi dari nol.
2 Isi baris jurnal (Tgl, Nomor, Uraian/Keterangan, nilai tiap kolom). Baris Jumlah dan badge Seimbang menghitung otomatis.
3Simpan Jurnal → Cetak (A4 landscape) / Kirim ke Tanda Tangan; isi Nama/NIP penandatangan pada isian di atas dokumen.
4 Untuk blanko Konsolidator: buka menu Jurnal Khusus Konsolidator, isi SKPKD secara manual (mis. 1.20.05 BPKD), lalu isi baris dengan kolom Tgl · No BKU · Keterangan · Debet (1.1.1.1) · Kredit (3.1.4.01.01 RK SKPD); cetak A4 portrait.
Gambar 5.21 — Buku Jurnal Khusus: pemilih blanko, kolom kode manual, tabel isian, dan pratinjau blankoGambar 5.22 — Jurnal Khusus Konsolidator: isian SKPKD manual dan kolom sesuai blanko konsolidator
5.15 Mengirim Dokumen ke Tanda Tangan
Hampir semua dokumen AKLAP (BKU, Buku Kas Umum/BUD, Kas Harian, Rekonsiliasi Bank, Register, LPJ, Jurnal Khusus, Konsolidator, dan voucher Jurnal Umum) memiliki tombol Kirim ke Tanda Tangan.
1 Lengkapi isian Nama & NIP penandatangan (bila tersedia pada halaman tersebut) agar tercetak pada dokumen.
2 Klik Kirim ke Tanda Tangan — dokumen masuk antrean TTE dan akan ditandatangani dosen (lihat Bagian 7 manual edisi lengkap).
3 Bila dokumen perlu diperbaiki, cukup perbaiki isinya dan kirim ulang — antrean akan diperbarui, tidak membuat duplikat.
Alur lengkap tugas kejuruan (versi 2.0): (1) selesaikan transaksi Penerimaan & Belanja (Bagian 3–4) sampai ada STS dan SP2D cair; (2) isi Anggaran (Pagu) dari Master Akun; (3) catat kas di Buku Kas Penerimaan/Pengeluaran → periksa di Buku Kas Umum (BUD); (4) lengkapi Register SPP/SPM/SP2D (nomor & tanggal saja); (5) susun LPJ Bendahara PPKD, Laporan Kas Harian, dan Rekonsiliasi Bank; (6) catat Jurnal Umum (manual / Isi dari Dokumen) serta Buku Jurnal Khusus & Konsolidator — gunakan cetak per jurnal untuk voucher; (7) periksa Buku Pembantu Objek, Buku Besar, Neraca Saldo, lalu sajikan LRA dan Neraca. Rincian tiap pembaruan ada di Manual Book Pembaruan v2.0.
6. Troubleshooting & FAQ
6.1 Masalah Umum (Lingkup Mahasiswa)
Gejala
Penyebab & solusi
Aplikasi tidak dapat dibuka / muncul pesan koneksi gagal
Periksa koneksi internet dan alamat aplikasi. Bila tetap gagal, server sedang bermasalah — hubungi dosen/administratur (mahasiswa tidak perlu mengatur apa pun).
"Username/Email atau password tidak valid."
Kredensial salah, atau akun nonaktif. Akun pending akan diaktifkan otomatis saat login pertama.
"Terlalu banyak percobaan login…"
Rate limit aktif (maks 8 percobaan / 5 menit per akun+IP). Tunggu beberapa menit.
Data instansi lain ikut tampil / data kosong
Filter data mengikuti instansi pada akun. Pastikan nama instansi konsisten dengan yang ditentukan dosen; data tidak muncul bila berbeda instansi.
"Jenis pajak wajib dipilih dari daftar Akun Penerimaan…"
Daftar Akun Penerimaan belum dibuat/diaktifkan dosen di menu Pengaturan → Akun Penerimaan. Minta dosen menyiapkannya terlebih dahulu.
"Jumlah SPP melebihi sisa SPD"
Total SPP pada SPD terkait sudah mendekati/lebihi nilai SPD. Buat SPD baru atau kecilkan jumlah SPP.
"Tahap tidak boleh melompat." (STBP)
Status STBP harus dimajukan berurutan: verifikasi → otorisasi → validasi.
"Ada STBP yang belum divalidasi…"
STS hanya menerima STBP yang sudah melewati tahap validasi (tahap 3) dan belum pernah dipakai STS lain.
Cetakan PDF tidak muncul
Izinkan pop-up pada browser, atau gunakan menu cetak (Ctrl/Cmd+P) pada laman cetak.
Halaman AKLAP terputus / diminta masuk kembali
Sesi berakhir. Buka kembali aplikasi utama lalu masuk melalui menu Akuntansi — jangan mengetik alamat AKLAP secara manual.
Kolom Jumlah Anggaran pada LPJ bernilai 0 padahal akun jelas ada
Pagu belum diisi untuk kode rekening tersebut. Buka Anggaran (Pagu), isi pagu kode itu atau kode induknya (LPJ otomatis naik ke kode induk bila rinci tidak ada).
Menu Pengaturan → Anggaran & Neraca kini hanya menampilkan banner
Sejak versi 2.0 pagu dikelola di AKLAP. Klik tautan pada banner untuk masuk langsung (token terbawa), atau pakai form lama hanya untuk impor massal.
Kolom kode akun pada Buku Jurnal Khusus kosong
Kode akun memang diisi manual. Gunakan tombol Isi Kode Blanko untuk mengisi semua kolom sesuai blanko, lalu ubah sesuai kebutuhan.
Baris jurnal pada Register SPP/SPM/SP2D tidak muncul
Baris register berasal dari Buku Kas Pengeluaran PPKD. Pastikan transaksi sudah dicatat di sana (tanggal, uraian, jumlah).
Baris rekonsiliasi kas pada LPJ tidak terkelompok (semua masuk SPJ/SP2D)
Perbaiki uraian transaksi di buku kas agar memakai kata kunci baku: SP2D, PPN, PPh-21/22/23, atau PFK.
Posisi Kas (H-1) pada Laporan Kas Harian tidak terisi
Belum ada laporan tersimpan pada hari sebelumnya (mis. hari pertama praktik). Isi manual pada kolom tersebut.
Tombol cetak per jurnal (🖨) tidak terlihat
Pastikan halaman dimuat ulang (Cmd/Ctrl+Shift+R) agar berkas terbaru terpakai; kolom Aksi berada di ujung kanan tabel daftar jurnal.
6.2 FAQ
Apakah data mahasiswa lain bisa terlihat?
Tidak. Semua transaksi difilter per instansi (SKPD) akun — aplikasi menolak menampilkan data milik instansi lain.
Bisakah SPP dibuat tanpa SPD?
Tidak. SPP wajib merujuk SPD yang sudah diotorisasi, dan total SPP tidak boleh melebihi sisa SPD.
Apa yang terjadi setelah saya menekan "Kirim ke Tanda Tangan"?
Dokumen masuk ke antrean Tanda Tangan Elektronik dan akan ditandatangani oleh dosen. Anda tidak perlu melakukan apa pun lagi pada tahap ini.
Mengapa saya tidak bisa membuka menu Pengaturan / Tanda Tangan Dokumen?
Menu tersebut merupakan kewenangan dosen (data induk dan penandatanganan). Fokus praktik mahasiswa adalah Penerimaan, Belanja, dan AKLAP.
Dari mana jurnal di AKLAP berasal?
Dari input manual (Tambah Jurnal) atau otomatis via Isi dari Dokumen yang menarik template dari STS (penerimaan) dan SP2D (belanja) yang telah Anda buat.
Di mana saya mengisi pagu anggaran?
Di AKLAP: menu Anggaran (Pagu), dengan daftar akun dari Master Akun. Pagu ini otomatis dipakai LPJ (kolom Jumlah Anggaran), Buku Pembantu Objek, dan LRA.
Bisakah satu jurnal dicetak sendiri saja?
Ya. Pada daftar Jurnal Umum, klik ikon 🖨 di kolom Aksi (atau item Cetak Jurnal pada menu ⋯) untuk mencetak voucher jurnal itu saja. Jurnal yang masih diisi di form dapat dicetak dengan tombol Cetak Draft.
Apa bedanya Jurnal Umum dengan Buku Jurnal Khusus?
Jurnal Umum untuk transaksi dua sisi bebas (bisa ditarik dari dokumen STS/SP2D). Buku Jurnal Khusus memakai blanko resmi per jenis transaksi (Pendapatan LO, Penerimaan Kas–LO, Pendapatan LRA, Belanja Pemda, Beban Pemda) dengan kolom kode akun yang diisi manual.
Apa maksud isian SKPKD pada Jurnal Khusus Konsolidator?
Itu identitas SKPKD pada blanko (contoh 1.20.05 BPKD) yang Anda isi manual. Nilainya tersimpan per periode sehingga tidak perlu diketik ulang, dan ikut tercetak pada dokumen.
Apakah modul baru mengubah data yang sudah saya buat?
Tidak. Modul baru membaca/menulis ke tabel yang sama (buku_kas, anggaran_lra, jurnal) tanpa mengubah strukturnya, sehingga data dan laporan lama tetap utuh. Rincian perubahan ada di Manual Book Pembaruan v2.0.
Buka buku ini di browser lalu pilih Print → Save as PDF (tata letak sudah disiapkan untuk cetak), atau minta berkas PDF kepada dosen.